Bersembunyi Dari Tuhan


Kejadian 3:13
“Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu, “Apakah yang telah kau perbuat ini?””

Bacaan Kitab Setahun: Amsal 1; Wahyu 7; Ester 7-8

Di sebuah keluarga yang kecil, ada sepasang orang tua yang terlihat begitu pusing melihat kelakuan kedua anak laki-lakinya. Mereka sepertinya sudah kehabisan akal untuk mengajari buah hatinya tersebut sehingga seorang pendeta pun harus didatangkan agar bisa mengubah sifat nakal anak-anaknya.

Sang pendeta ini memanggil salah satu anak yakni yang paling muda untuk diajaknya bicara. Hamba Tuhan itu segera menyuruh si anak duduk di bangku yang telah disediakan. Karena sang pendeta ini ingin anak itu berpikir tentang Allah, ia pun memulai perbincangan dengan bertanya, “Dimakah Allah?” Anak itu tidak menjawab, sehingga ia mengulangi pertanyaan itu dengan nada tegas. Ia tetap diam. Dengan putus asa, pendeta itu menunjukkan jarinya ke wajah anak itu dan berteriak, “dimanakah Allah?!!”

Anak lelaki itu langsung berdiri dan melangkahkan kakinya dengan penuh ketakutan menuju ruang kamar dan bersembunyi disana. Ketika sang kakak mendatangi adik kecilnya tersebut dan bertanya kepadanya tentang apa yang sedang terjadi, anak kecil itu mengatakan bahwa mereka sedang dalam masalah besar karena menurutnya Allah hilang dan mereka dituduh sebagai orang yang menyembunyikannya.

Hal yang sama dilakukan Adam dan Hawa ketika jatuh dalam dosa. Mereka menyesal dan mencoba bersembunyi dari Allah (Kejadian 3:10). Adam dan hawa mengenal persekutuan Tuhan yang erat, tetapi kini mereka takut bertemu muka dengan-Nya. Namun, Alllah mencari mereka dan bertanya, “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Bukannya bertobat, Adam justru menyalahkan Allah dan Hawa, sebaliknya Hawa justru menuduh ular sebagai biang keladi peristiwa tersebut.

Bagaimanakah respon Anda ketika melakukan dosa di hadapan Allah? Apakah Anda bersembunyi dan berharap Dia tidak akan mengetahuinya? Jika Anda miliknya, Dia akan mencari Anda. Pilihan yang paling bijaksana adalah mencari keluar dari tempat persembunyian, mengakui dosa, dan memulihkan persekutuan Anda.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: